Sabtu, 21 Desember 2013

Linux vs Windows

Komputer dewasa ini seakan tak bisa lepas dari kehidupan kita. Sekarang ini, segala macam keperluan menggunakan sistem computer. Nah, tahukah Anda mengenai sistem yang mengoperasikan computer?

Ada beberapa macam Operating System (OS), dua sistem yang terkenal adalah, yaitu sistem linux dan windows. Secara tampilan, keduanya memang hampir sama. Namun, sebenarnya ada beberapa perbedaan mendasar yang dimiliki linux dan windows. Apa sajakah itu?



Penggunaan

Linux kurang popular di Indonesia dibanding windows. Entah karena alasan apa, para pelajar sudah diajari cara penggunaan windows sejak kecil dan hal ini terjadi secara turun temurun. Sedikit sekali sekolah yang juga mengajarkan sistem linux. Karena sudah familiar dengan windows, maka banyak orang merasa bahwa windows lebih mudah difungsikan daripada linux. Padahal hal ini bergantung pada kebiasaan saja.

Dalam beberapa hal memang linux dinilai sedikit lebih rumit. Namun, bukan berarti tidak mungkin dikuasai. Bila mau belajar, orang pasti mampu mengoperasikannya. sayang, karena kebanyakan computer menggunakan windows, maka pengguna linux akan kesulitan bila perangkatnya tidak lengkap.

Tampilan

Tampilan windows bisa dibilang lebih keren daripada linux. Mungkin karena bersifat komersial sehingga membuat windows lebih variatif dan bisa diganti-ganti sesuai keinginan. Disisi lain, linux tampak lebih monoton secara penampilan.

LCD vs LED

TV LCD adalah televisi layar datar yang memanfaatkan teknologi Liquid Crystal Display. Jenis ini memiliki dua lapisan kaca yang terpolarisasi dan saling menempel. Cairan kristal terletak di salah satu lapisan. Kristal-kristal cair berfungsi melewatkan atau memblokir cahaya, agar menghasilkan gambar pada layar saat arus listrik melewatinya.Namun, kristal tersebut tidak menghasilkan cahaya sendiri. Cahaya berasal dari serangkaian lampu neon di belakang layar. Dengan bantuan lampu neon (sebagai back light), gambar yang dibuat oleh kristal menjadi terlihat.

Monitor LCD menghasilkan kualitas gambar yang tinggi. TV LCD dapat dibuat sangat tipis, yang membuatnya hemat ruangan, dan pengguna dapat leluasa menempatkannya dimana saja bahkan dengan cara menmpelkan di tembok. Hal ini membuat LCD menarik bagi pembeli.

LED sebenarnya sangat mirip LCD bahkan cara kerjanya juga tidak jauh berbeda. LED juga memiliki layar datar tipis yang memanfaatkan teknologi Liquid Crystal Display. Satu-satunya perbedaan adalah sumber cahaya, yang berada di belakang layar. TV LCD menggunakan lampu neon, dan TV LED menggunakan LED (Light Emitting Dioda).

Ada dua jenis pencahayaan LED. Yang pertama disebut sebagai pencahayaan Edge, dan yang lainnya disebut pencahayaan Full-Array. Dengan pencahayaan Edge, rangkaian dioda diatur sepanjang tepi luar layar. Ketika ada arus listrik, cahaya didistribusikan di layar. Sedangkan untuk pencahayaan Full-Array, ada beberapa baris dari dioda di belakang seluruh permukaan layar. Dioda sumber cahaya ini memberikan lebih banyak kontrol atas kecerahan dan peredupan, karena dioda dapat dihidupkan dan dimatikan secara independen.