Senin, 10 November 2014

PART OF BUSINESS LETTER






A business letter is more formal than a personal letter. It should have a margin of at least one inch on all four edges. It is always written on 8½"x11" (or metric equivalent) unlined stationery. There are six parts to a business letter.
1. The Heading. This contains the return address (usually two or three lines) with the date on the last line.
Sometimes it may be necessary to include a line after the address and before the date for a phone number, fax number, E-mail address, or something similar.
Often a line is skipped between the address and date. That should always be done if the heading is next to the left margin. (See Business Letter Styles.)
It is not necessary to type the return address if you are using stationery with the return address already imprinted. Always include the date.
2. The Inside Address. This is the address you are sending your letter to. Make it as complete as possible. Include titles and names if you know them.
This is always on the left margin. If an 8½" x 11" paper is folded in thirds to fit in a standard 9" business envelope, the inside address can appear through the window in the envelope.
An inside address also helps the recipient route the letter properly and can help should the envelope be damaged and the address become unreadable.
Skip a line after the heading before the inside address. Skip another line after the inside address before the greeting.
3. The Greeting. Also called the salutation. The greeting in a business letter is always formal. It normally begins with the word "Dear" and always includes the person's last name.
It normally has a title. Use a first name only if the title is unclear--for example, you are writing to someone named "Leslie," but do not know whether the person is male or female. For more on the form of titles, see Titles with Names.
The greeting in a business letter always ends in a colon. (You know you are in trouble if you get a letter from a boyfriend or girlfriend and the greeting ends in a colon--it is not going to be friendly.)
4. The Body. The body is written as text. A business letter is never hand written. Depending on the letter style you choose, paragraphs may be indented. Regardless of format, skip a line between paragraphs.
Skip a line between the greeting and the body. Skip a line between the body and the close.
5. The Complimentary Close. This short, polite closing ends with a comma. It is either at the left margin or its left edge is in the center, depending on the Business Letter Style that you use. It begins at the same column the heading does.
The block style is becoming more widely used because there is no indenting to bother with in the whole letter.
6. The Signature Line. Skip two lines (unless you have unusually wide or narrow lines) and type out the name to be signed. This customarily includes a middle initial, but does not have to. Women may indicate how they wish to be addressed by placing Miss, Mrs., Ms. or similar title in parentheses before their name.
The signature line may include a second line for a title, if appropriate. The term "By direction" in the second line means that a superior is authorizing the signer.
The signature should start directly above the first letter of the signature line in the space between the close and the signature line. Use blue or black ink

Sources :
- http://makalahproposal.blogspot.com/2014/05/contoh-surat-bisnis.html
- http://englishplus.com/grammar/00000149.htm

Jumat, 24 Oktober 2014

SETETES AIR YANG SANGAT PENTING DAN BERGUNA BAGI KEHIDUPAN


Pendahuluan

Air adalah sumber kehidupan, jika tidak ada air tidak ada kehidupan. Sekitar 70 sampai 80 persen tubuh kita terdiri dari air. Air dapat  kita  manfaatkan untuk melakukan aktivitas dan sekaligus pemenuhan kebutuhan sehari-hari misalnya, minum, memasak, mandi, mencuci pakaian dan peralatan rumah tangga lainnya. Aktivitas apapun yang  kita lakukan setiap hari tidak dapat lepas dari air. Bahkan demi kesehatan kita dianjurkan mengkonsumsi 8 gelas air supaya kita tidak kekurangan cairan.
Dipandang sangat penting  bagi kehidupan itulah kita diharuskan menjaga keseimbangan dan  kelestarian alam supaya sumber air di bumi terus mengalir dan dapat dimanfaatkan bagi kelangsungan hidup. Kegiatan yang dapat kita lakukan adalah menanam pohon-pohon keras yang dapat menghasilkan sumber air. Akar pohon-pohon itu dapat menyimpan air hujan.
Bukan sebaliknya yaitu menebang pohon-pohon di hutan yang dapat mengakibatkan banjir. Menebang sama artinya merusak lingkungan. Air ketika sedikit bisa menjadi sahabat berguna bagi kehidupan, tetapi jika banyak dapat menimbulkan bencana, yaitu banjir. Banjir akan menimbulkan berbagai macam penyakit karena air yang ita gunakan bercampur dengan berbagai macam kuman.
Selain untuk  memenuhi kebutuhan sehari-hari air dapat dimanfaatkan untuk irigasi pertanian, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), sarana rekreasi bahari dan masih banyak lagi.
Di dunia ini tidak hanya manusia yang membutuhkan  air, hewan dan tumbuhan pun  memerlukannya untuk bertahan hidup. Pernahkah kita membayangkan? Bagaimana hidup ini tanpa air.  Bagaimana jadinya jika air yang tersimpan di perut bumi ini berhenti mengalir karena tidak ada lagi yang mampu menahan akibat ulah manusia menggunduli hutan.
Kehidupan generasi yang akan datang pun akan semakin berat, jika kita tidak menjaga kelestarian lingkungan. Apalagi sekarang, air bersih seperti barang langka yang mahal untuk didapatkan. Air akan tetap bersih dan terjaga kualitasnya, apabila kita menjaganya dengan baik.
Ada beberapa sebab mengapa air  yang tadinya bersih menjadi kotor dan tidak layak untuk digunakan yaitu akibat pencemaran baik itu pencemaran limbah rumah tangga ataupun pencemaran industri. Banyak kita jumpai sungai yang tadinya bersih berubah berwarna hitam, berbau bahkan dipenuhi  sampah.

Pemanfaatan air seefisien mungkin pun dapat mengurangi pemborosan aliran sumber air.  Jika kita menerapkan pedoman “Sanitation for a Betteer Life”  yaitu petunjuk untuk memperhatikan sanitasi di lingkungan tempat tinggal kita. Lingkungan yang mendiami kita, kita juga yang harus merawat dan menjaganya. Pemerintah hanya sebagai fasilisator dan motivator, misalnya penyediaa air bersih tetapi kita juga yang harus dapat memanfaatkannya dengan baik.

Usaha apa yang dapat kita lakukan untuk menjaga kebersihan air dan menjaga agar air supaya tetap jernih terhindar dari berbagai macam pencemaran?
Pembahasan               

Masalah sanitasi tidak sekedar kebutuhan air bersih tetapi juga kebersihan diri dan lingkungan yaitu rumah sebagai tempat tinggal dan sekolah sebagai tempat belajar jika yang kita tempati kotor maka kita pun tidak sehat.
Penyediaan MCK (mandi, cuci, dan kakus) pun merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Sering kita jumpai orang-orang yang bertempat tinggal di pinggiran sungai melakukan aktivitas MCK di sungai, padahal air tersebut  kotor dan banyak kuman-kuman. Kuman-kuman itu yang nantinya dapat menyebabkan berbagai  macam penyakit, misalnya diare, kolera, gatal-gatal dan gangguan kesehatan lain.
Bahkan air sungai itupun  tercemar bahan-bahan kimia yang dapat menganggu kesehatan manusia yang memanfaatkan air itu. Ekosistem kehidupan lainnya pun ikut terganggu, ikan-ikan mati akibat teracuni.
Di pinggiran kota-kota besar yang dekat dengan industri, air kotor sudah menjadi  pemandangan sehari-hari. Hal tersebut karena masyarakat tidak mengerti pentingnya menjaga keseimbangan alam. Air yang sudah kotor tentu saja tidak dapat digunakan lagi, bahkan merepotkan apalagi di musim penghujan.
Selain makan kebutuhan primer manusia adalah air. Orang-orang kaya mungkin tidak  mengalami kesuitan untuk mendapatkan air bersih. Tetapi bagaimana dengan mereka yang hidup di kota-kota besar dengan pendapatan yang minim. Air kotor pun mereka gunakan untuk mandi walaupun mereka mengetahui berbahaya untuk kesehatan tubuh.
Air bersih dan menjaga lingkungan kita tetap sehat ada beberapa hal yang dapat dilakukn antara lain:
a.  Mencari inspirasi baru membuat sumber air, sumur, dilengkapi dengan saluran air yang baik. Supaya antara sumber air dengan limbah  tidak tercampur yang mengakibatkan air jadi kotor dan berbau.
b.  Hal lain yang dapat dilakukan untuk menjaga air yang kita gunakan tetap bersih yaitu menjaga sumber-sumber air di perut bumi dengan menanam pohon yang dapat menyimpan air.
c.  Tidak membuang sampah di aliran air ataupun di sungai yang dapat menimbulkan pencemaran.
Membeli air minum kemasan ataupun air bersih yang disediakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), juga merupakan langkah yang tepat. Menggunakan air PDAM untuk minum akan lebih baik jika dimasak terlebih dahulu.
Jika ada tempat yang cukup ada baiknya membuat bak  penampungan air higeinis yang ditutup supaya di musim kemarau kita tidak kekurangan air.  Beberapa minggu sekali kita bersihkan penampungan air tersebut untuk menghindari berkembangbiaknya jentik-jentik nyamuk. Nyamuk tidak hanya suka dengan air kotor, air bersih pun bisa digunakan untuk bertelur.
Ember atau pun perkakas lain pun dapat digunakan untuk menampung air daripada melakuan aktivitas MCK di sungai. Air yang  sudah tercemar dengan berbagai macam limbah tidak dapat kita gunakan lagi.  Apabila kita memperhatikan penggunaan air yang kita  gunakan untuk kebutuhan sehari-hari maka kita pun akan terhindar dari segala macam penyakit yang disebabkan oleh bakteri yag dibawa air yang kotor.
Itulah cara-cara yang dapat digunakan untuk menanggulangi kebutuhan air agar tetap bersih dan sehat digunakan.